SELAYANG PANDANG

Sebelumnya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dengan ibukota Sangatta adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai, berdasar Undang-Undang Nomor 47 tahun 1999, tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan Kota Bontang (Lembaran Negara tahun 1999  Nomor 175, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3896), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2000, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 47 tahun 1999, tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan Kota Bontang (Lembaran Negara tahun 2000 nomor 74, Tambahan Lembaran Negara nomor 3962).

Bersama Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Nunukan serta Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur pun diresmikan di Jakarta oleh ad interim Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Feisal Tanjung pada 12 Oktober 1999.

Berikutnya, oleh Gubernur Kalimantan Timur, H Suwarna Abdul Fattah atas nama Mendagri pada tanggal 28 Oktober 1999 meresmikan kembali pemekaran wilayah baru, Kabupaten Kutai Timur dengan pusat perkantorannya di Bukit Pelangi dengan Bupati pertamanya, Drs. H. Awang Faroek Ishak, MSi kala itu. Sehingga di setiap tanggal 12 Oktober dirayakan sebagai ulang tahun Kabupaten Kutai Timur, namun belum ditentukan tanggal berapa dan bulan berapa serta tahun berapa ibukota Kabupaten Kutai Timur, Sangatta lahir.

Secara administratif Kabupaten Kutai Timur dibagi atas 18 kecamatan yakni Batu Ampar, Bangalon, Busang, Kaliorang, Karangan, Kaubun, Kongbeng, Long Mesangat, Muara Ancalong, Muara Bengkal, Muara Wahau, Rantau Pulung, Sandaran, Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Sangkulirang, Telen dan Teluk Pandan.

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²[3] atau 17% dari luas Provinsi Kalimantan Timur dan berpenduduk sebanyak 262.972 jiwa dengan kepadatan 7,1 jiwa/km² dan pertumbuhan penduduk selama 4 tahun terakhir rata-rata 4,08% setiap tahun dan jumlah rumah tangga sebanyak 77.031 KK

Sebaran penduduk tidak merata, Kecamatan Sangatta Utara  merupakan kecamatan mempunyai jumlah penduduk terbanyak. Prosentase jumlah penduduk di kecamatan ini mencapai 25,80% dari total jumlah penduduk Kutai Timur. Penduduk yang paling sedikit  ada di Kecamatan Long Mesangat yang hanya dihuni 4.250 jiwa atau 1,73% yang tersebar 7 desa. Hal ini bisa dimaklumi karena pertumbuhan penduduk Kutai Timur terpusat di kawasan industri dan perkebunan.

Kutai Timur juga memiliki keadaan topografi yang bervariasi, mulai dari daerah dataran seluas 536.200 ha, lereng bergelombang (1,42 juta ha), hingga pegunungan (1,6 juta  ha), tersimpan potensi batubara  5,35 miliar ton.

 

Advertisements